Hakuna Matata ..it means no worries for the rest of your days. –Timon, Pumbaa, & Simba The Lion King. Seingat saya, itu film pertama yang saya tonton di bioskop. Nontonnya sama Papa. Kalau lihat Hakuna Matata itu tertulis di Twitter saya, biasanya itu berarti saya lagi stress. Dan selalu membantu. Anak kecil dalam diri saya… [Read more…]
Suatu hari nanti kau akan menikah dengan laki-laki baik. Bukan karena kau perempuan baik (sebab kau suka bilang kau bukan perempuan baik), tapi karena kau teman yang baik. Maka teman-temanmu akan mendoakannya bagimu dan Tuhan akan mengabulkannya. Di pernikahanmu aku akan memakai gaunku yang terbaik. Bukan celana jeans dan sneakers. Bukan sesuatu yang kupakai karena… [Read more…]
Kamu tak akan ada lagi dalam spasi tiap kata di koran pagi, juga dalam tetes-tetes hujan kecil di hidungku waktu berjalan kaki. Aku tak akan bertanya-tanya mengapa pernah melepasmu pergi setiap kali seseorang bernyanyi tentang cerita putus cinta, dan di rumah saat malam tiba ibuku tak akan lagi menahan tawa karena aku selalu kembali membicarakanmu… [Read more…]
Sore yang hujan. Aku sedang terperangkap dalam kemacetan bersama Marley—iPod kesayanganku. Lagu-lagu (500) Days of Summer berputar manis. Salah satu film dengan soundtrack terbaik, setidaknya menurutku. Menurutmu juga. Aku selalu suka hujan. Aku suka membenamkan diri di balik sweater atau selimut tebal. Aku suka menggambari jendela berembun. Seperti sekarang. Perlahan jari telunjukku menulis namamu di… [Read more…]
Sahabat itu seperti pancake durian: mengusir semua kesedihan tanpa muntah di kamar mandi lalu hangover esok pagi. – Terima kasih pancake-nya, Arifun Natik!
: Inne Oktaviany Ada kupu-kupu kertas baru dilukis gadis manis pagi-pagi sekali di tepi jendelanya. Kupu-kupu yang lalu terbang dengan sayap-sayap basah sedikit, bekas kesedihan yang jatuh dari kedua matanya. Begitulah dulu kulihat dia setiap hari: menerbangkan kupu-kupu dari jendela, sampai jauh, sampai tak terlihat lagi. Ia masih suka duduk di tepi jendela yang sama,… [Read more…]
Ayah, sebenarnya aku yang tak sengaja membuat penyok mobil kita karena tak hati-hati memarkirkannya. Ayah, sebenarnya aku juga yang membuat ikan-ikanmu mati dulu sekali. Kupikir mereka butuh sabun untuk mandi. Ayah, maaf kalau dulu aku malas sekolah dan tak pernah dapat ranking satu. Ayah, aku menyesal dulu tak mau belajar piano seperti keinginanmu. Ayah, maafkan… [Read more…]
Pukul tujuh malam. Makanan sudah lengkap tersaji di meja. Sebuah keluarga muda duduk mengelilinginya. Orangtua dan kakak beradik yang lucu. Hangat, tapi berisik sekali. Rupanya dua anak kecil itu sedang bertengkar tentang siapa yang memimpin doa hari ini. “Kemarin kan Cici udah! Sekarang giliran aku!” rengek si adik. “Tapi kan tadi Cici udah bilang duluan… [Read more…]
Di dalam diriku, tinggal seorang anak kecil yang lucu. Umurnya lima tahun dan ia sangat manis. Tadi saat mataku berkaca-kaca, ia bercerita padaku tentang hal-hal yang membuatnya menangis. Biasanya, aku nangis kalau sakit, takut, malu, atau sedih. Soalnya semuanya nggak enak. Sakit itu kalau aku jatuh dan lututku berdarah. Biasanya mama akan membersihkan dan… [Read more…]
Pada suatu pagi, seseorang merasa telah kehilangan sesuatu. – Ia membuka mata dengan bingung, sebab untuk pertama kalinya saat matahari menyelinap masuk lewat jendela hatinya tak terasa hangat. Lalu ia keluar kamar dan menyeduh kopi kesukaannya. Tapi rasanya sedikit tawar, padahal ia sudah menambah banyak gula. Saat berjalan ke teras depan, pengamen yang bernyanyi lagu… [Read more…]
October 14, 2011
2