Sedikit cerita sebelum mulai mengerjakan skripsi. Dulu, jaman kuliah masih padat dan saya masih kos di Depok, saya dan beberapa teman perempuan punya sebuah tempat favorit untuk duduk sambil makan atau ngopi malam-malam (kalau lagi punya duit lebih buat dibuang-buang). Tempat itu adalah sebuah kafe mungil yang sepi pengunjung di sebelah Gang Damai, Margonda Raya;… [Read more…]
Ulangan Sejarah, soal pilihan ganda. Di menit kesepuluh, beberapa tangan mulai merayap ke kolong meja. Beberapa lainnya merogoh kantong rok dan celana, mengambil handphone masing-masing. Pak Darto duduk di depan, berkutat dengan tumpukan kertas sambil sesekali mengamati kami dari balik kacamatanya. Aku mulai menarikan jariku pada tombol-tombol yang sudah kuhapal posisinya, sementara mataku tetap terpaku… [Read more…]
“Halo!” “Sayang, kamu harus tolong aku! Ini penting, aku gak punya banyak waktu. Di rumahku ada orang tak dikenal. Aku sendiri di kamar. Pintu depan tadi didobrak, suara laki-laki, dua atau tiga orang. Sepertinya mereka maling, atau perampok. Aku mau buka pintu, tapi takut. Bagaimana kalau aku langsung dibekap, diperkosa, lalu dibunuh? Aduh, suara mereka… [Read more…]
“Kau pasti sudah dengar kasus yang sedang kuselidiki. Pembunuh berdarah dingin. Kesembilan korbannya pria beristri. Terbunuh dengan mengerikan. Darah di mana-mana. Tak ada jejak kecuali hati yang retak, digambar pada pipi menggunakan lipstik merah menyala. Pria-pria itu tengah berbohong. Hasil penyelidikan menunjukkan adanya perselingkuhan. Kukatakan pada pihak kepolisian, bisa jadi pembunuhnya perempuan. Motifnya mungkin balas… [Read more…]
Kamu di balik kaca mobilmu, dan aku di dalam bus kota. Antara kita adalah jarak begitu jelas namun tak terbaca yang seperti dimensi berbeda saja, meski kadang seolah saling bertatap mata. Kamu kesempurnaan yang berdiri angkuh dan aku di sini serupa itik bersimbah peluh. Lalu mobil mewah dan asap dari luar jendela, pendingin nyaman dan… [Read more…]
Sesaat sebelum senja, saat langit masih biru muda. Jalanan tak terlalu ramai. Namun sebuah bangunan berlantai lima tampak cukup menyita perhatian. Satu, dua, lima, semakin banyak orang berkumpul di bawahnya, menyaksikan sesuatu yang menarik dan menegangkan. Seorang gadis berambut sebahu berdiri di tepi atap, bersiap untuk membuang nyawanya. “Neng, turun neng.. Istighfar!” teriak beberapa orang… [Read more…]
“Ma, aku mau bicara.” Sebuah suara serak-serak basah memanggil sang mama yang sedang bekerja di kamarnya. Agak ragu terdengar–mungkin takut mengganggu. “Ya bicara saja..” jawab mama tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang sedang dibacanya. Sosok kurus berkaos hitam itu duduk di hadapan ibunya–nyalinya tak setajam bagian tengah rambutnya yang dipoles gel. Kedua kaki dan tangannya… [Read more…]
Hari pertama. “Hai, namaku Wira. Wirayuda.” “Aku baru saja menjenguk ibuku yang koma karena sakit keras. Lalu.. aku melihatmu.” “Apakah kamu bertemu ibuku? Apakah kalian saling kenal? Ibuku.. cantik kan?” Hening. “Baiklah, jaga dirimu baik-baik. Maaf jika aku mengganggumu. Hanya saja..” Wira memandang ragu. Berubah iba. Lalu melangkah pergi. Tak dilihatnya mata yang terpejam itu… [Read more…]
Tegenk: Si Cici kalo punya pacar sebelom jadian suruh ngadep kita dulu apa? Onggenk: Jangan, kalo udah ketemu kita nanti gak bakal jadian. Dimas: *ngakak* Gue: *mengangguk-angguk setuju.* I love you guys. Cup cup mwah.
Yayasan Pulih, jam 11 siang. KRIING! Gue: Pulih, selamat siang. Ibu Titiek: Selamat siang, mbak Lia-nya udah dateng belum ya? ini dari Bu Titiek.. Gue: Belum tuh, Bu.. Ibu Titiek: Oh belum ya.. Saya tuh mau dateng tapi takutnya udah kesana terus gak jadi.. Gue: Oh ya udah saya telfon dulu deh Mbak Lia-nya, nanti… [Read more…]
June 4, 2011
14