1. Ketika perutmu mulai berbunyi, ingatlah butir-butir nasi yang memanggilmu sebelum kau mulai membakar paru-paru. 2. Kalau di jalan kau bertemu hujan, jangan biarkan ia banyak-banyak menyentuhmu karena nanti aku pasti akan cemburu. 3. Jika rindu untukku masih menghilang, tak usah kau susah-susah mencari mungkin nanti ia akan pulang sendiri.
Aku suka mengingatmu dalam hal-hal yang sederhana. Seperti pagi ini, saat secangkir kopi berkata padaku bahwa ia ingin sesekali kusuguhkan untukmu.
Cinta kita, sayang, hanya dua anak kecil yang ketakutan. Lalu kita, adalah sepasang manusia yang hendak menjaga mereka hingga menua; tanpa tahu akankah tiap hari seperti hari ini atau adakah rasa yang lebih bahagia lagi. Mungkin akan ada hari di mana cinta berlari terlalu cepat, melompat-lompat lalu terluka. Atau hari di mana mereka jatuh sakit… [Read more…]
Kepada Pacarku, Selamat pagi. Seduhlah kopi, duduk dan nyalakan rokokmu sebatang—sebatang saja, karena aku tak mau paru-parumu habis terbakar lebih cepat dari paru-paruku. Setelah itu, silakan baca suratku. Jika selembar surat pernah membuatmu jatuh cinta padaku, tentunya selembar lagi akan cukup membuatmu semakin rindu. Surat pertama untukmu, sayang, berisi hanya tiga hal yang harus kautahu.… [Read more…]
Sebab tak pernah sekalipun aku ingin memulangkan doa-doa ke rumah yang lain; dan bagi siapapun sempat kutuju segala puja, hanya padamulah tiap kata menyimpan cinta.
Kepada sepasang mata kekasihku, Jangan katakan padanya bahwa saat hati-hati melirik aku tengah menelusurinya baik-baik! Bukakan saja pintu lebar-lebar sibakkan tirai yang menjuntai lalu pinjamkan padaku lampu badai. Karena aku hendak menyusup jelajahi lorong-lorong rahasia yang selalu kalian jaga, maka beritahu saja cara membuka ruang-ruang yang terkunci rapat, untuk kurekatkan cintaku kuat-kuat. Jangan katakan padanya… [Read more…]
Tunjukkan padaku sudut-sudut tempat sepimu mulai memahit, biar kusapu dengan cara yang paling manis. Lalu juga dinding-dinding yang basah oleh air mata, biar kubasuh dan kukecup hingga mengering.
Anggap saja dua hati asing berkendara pada jalan antah berantah, dengan tujuan yang entah. Jika tak ada jaminan aman, genggam saja dan pastikan kita nyaman.
Sebuah detik memutuskan mengikutiku malam itu, tinggalkan garis waktu tempat ia semestinya membatu dengan imaji memutar diri berulang kali lebih nyata dari sensasi pertunjukan empat dimensi. Padanya tersimpan rahasia detak jantung yang terkesiap tak siap menangkap saat tatap lembut tiba-tiba menancap, merobek lalu menjejak kuat-kuat mendesak satu rasa yang tadinya tertutup rapat. Sebuah detik memutuskan… [Read more…]
March 9, 2011
0