(bersama Hyde Asmarasastra) aku mulai sajak ini ketika Presiden sedang dicaci maki sebab mengangkat banyak wakil menteri. nah, aku perlu mengatakannya bukan tak bisa mengingat waktu. tetapi karena harapan bisa menjadikannya alibi ketika kau mendapatkan kalimat-kalimat yang tak kau mengerti. mungkin tak masuk akal, tapi sesuatu tak perlu sesuai dengan pikiran yang cuma sejengkal. atau, katakanlah… [Read more…]
Surat Cinta untuk Istriku Kelak Dear istriku kelak, malam ini akan terlahir kalimat-kalimat dari rahim kesepian yang disetubuhi oleh malam. Maka aku meminta maaf terlebih dahulu karena tak punya cara untuk mengirimkan surat ke alamatmu yang entah di mana. Mungkin kau masih di sana, terselip di antara barisan jarak dan waktu sebagai sebuah bingkisan cantik… [Read more…]
Kamu di balik kaca mobilmu, dan aku di dalam bus kota. Antara kita adalah jarak begitu jelas namun tak terbaca yang seperti dimensi berbeda saja, meski kadang seolah saling bertatap mata. Kamu kesempurnaan yang berdiri angkuh dan aku di sini serupa itik bersimbah peluh. Lalu mobil mewah dan asap dari luar jendela, pendingin nyaman dan… [Read more…]
Senja itu, senja yang menyimpan renjana. kau terduduk menunggu bus menjemput kau dan kehilanganku. Menjalar pada jalan abu berintangliku. Di antara riuh dan sapa beku aku mengkhayalkan suaramu yang memberi sayap untuk rasa, mengepak ke langit, lalu runtuh sebagai kaca berlomba sampai ke tanah, pecah tertancap di dadaku, menyerang ke betismu. Kau merapat lebih dekat,… [Read more…]
October 20, 2011
10