Sebuah Penutup
Aku belajar ikhlas, dan kamu, tersenyumlah. Karena Tuhan sayang kita. Dan Ia mau kita dewasa.
Aku belajar ikhlas, dan kamu, tersenyumlah. Karena Tuhan sayang kita. Dan Ia mau kita dewasa.
June 7, 2009
Ada kamu, kuhisap dan kuresap bersama abu. Menodai paru-paru. Ada kamu, terbang dan melayang bersama asap. Dan hilang dalam sekejap. Aku mau kamu kembali, jadi kuulangi lagi. Dan lagi, dan lagi. Karena cuma dengan begini kamu bisa ada di sini.
June 2, 2009
Katamu, dan pikirku, kita akan terbang jauh.. Tapi kamu mabuk udara. Maka kita mendarat saja, sebelum jatuh. Mungkin nanti, jika kita masih sama dan sudah tak rapuh, Kita bisa terbang lagi, tinggi dan tinggi setelah kau sembuh.
May 26, 2009
Dan kamu adalah secangkir milk coffee: manis seperti pelangi usai gerimis; lalu pahit seperti soal ujian yang sulit. Silih berganti hingga nyaris habis dan hitam mengendap gelap. Aku tak rela, tetap kusesap padahal tinggal pahit menggigit. Lalu aku insomnia.
May 19, 2009
Mungkin aku bukan helium bagi balon, whisky bagi seduhan irish coffee, mozarella dalam lelehan lapisan lasagna, apalagi titik bagi hidupmu untuk menarik garis baru. Atau mungkin kini balon tak lagi butuh helium, irish coffee tak lagi butuh whisky, lasagna tak lagi butuh mozarella, dan garis baru dalam hidupmu tak perlu dimulai dariku..
May 16, 2009
White lilies, green leaves, Come here and take my kiss. Go there with the wind, and put it in his dreams.
May 2, 2009
Ada kalanya kita baru sekali beli baju. Ada kalanya baju yang kita pake nyaman, dan memang nyaman seterusnya. Ada kalanya kita pengen beli baju baru saat yang lama masih enak dipake. Ada kalanya yang lama udah gak muat tapi kita masih gak rela ngebuang, jadi disimpen aja. Ada kalanya yang lama udah bener-bener dibuang, atau… [Read more…]
March 15, 2009
Terik pagi, dalam padatnya stasiun kereta api. Kamu yang bersandar disitu, degup jantungku, senyum dan gemetar tanganmu. Lalu semilir angin yang mengantar kita dalam irama yang sama, nyamannya dekapan teriring rintik hujan. Nyanyian malam, saat kita bicara dalam diam maka cukup peluk berkata, karena cuma nyaman yang tinggal. Dari angkringan di tepian hingga temaram lampu… [Read more…]
February 16, 2009
Sesuatu yang membuat senang tersenyum dan bertahan meski sakit dan melelahkan.. Apa namanya?
February 15, 2009
Terbangkan aku tinggi dan lebih tinggi, meskipun aku semakin takut karena tak ada janji untuk kembali atau tiba. Tunjukkan padaku bagaimana badai, meskipun aku semakin takut karena tak ada janji untuk selamat atau tiba. ** Karena hatiku sudah terpatri pada awan dan bintang yang menggoda, menahan sisa tubuh yang ingin pulang. Tak bisa. Aku hanya… [Read more…]
June 12, 2009
0