Ayah, sebenarnya aku yang tak sengaja membuat penyok mobil kita karena tak hati-hati memarkirkannya. Ayah, sebenarnya aku juga yang membuat ikan-ikanmu mati dulu sekali. Kupikir mereka butuh sabun untuk mandi. Ayah, maaf kalau dulu aku malas sekolah dan tak pernah dapat ranking satu. Ayah, aku menyesal dulu tak mau belajar piano seperti keinginanmu. Ayah, maafkan… [Read more…]
Pukul tujuh malam. Makanan sudah lengkap tersaji di meja. Sebuah keluarga muda duduk mengelilinginya. Orangtua dan kakak beradik yang lucu. Hangat, tapi berisik sekali. Rupanya dua anak kecil itu sedang bertengkar tentang siapa yang memimpin doa hari ini. “Kemarin kan Cici udah! Sekarang giliran aku!” rengek si adik. “Tapi kan tadi Cici udah bilang duluan… [Read more…]
Papa, Sebab apa yang seharusnya tertulis di sini adalah apa yang tak seharusnya dibaca oleh banyak orang, jadi aku hanya akan menuliskan apa yang selalu ingin kaudengar tapi tak pernah bisa kukatakan. Aku sayang Papa. Selalu. Terimakasih telah menjadi pria yang paling menyayangiku, dengan rasa sayang dan pengorbanan yang begitu besar sampai aku pun tak… [Read more…]
Aku ingin coba-coba menghitung berapa banyak katamu tak kudengar. Dulu sekali, hanya sejumlah jari tangan yang pelan-pelan harus ditambah jari kaki, lalu tiba-tiba saat kujenguk hari ini mereka tengah berpeluh berdesakan dalam sebuah gudang berdebu; hingga tak bisa kuhitung satu persatu. Kapan tepatnya gudang itu kudirikan, sungguh aku tak ingat, ibu.
“Ma, aku mau bicara.” Sebuah suara serak-serak basah memanggil sang mama yang sedang bekerja di kamarnya. Agak ragu terdengar–mungkin takut mengganggu. “Ya bicara saja..” jawab mama tanpa mengalihkan pandangan dari buku yang sedang dibacanya. Sosok kurus berkaos hitam itu duduk di hadapan ibunya–nyalinya tak setajam bagian tengah rambutnya yang dipoles gel. Kedua kaki dan tangannya… [Read more…]
Wajahnya menjawab tiap tatapan dengan angkuh, hingga matanya bertemu dengan sosok kami dan seketika semua luruh terbasuh sorot cinta dan hati rapuh. Begitu rapuh, hingga diam-diam hatiku tak henti bertanya: apakah ia pernah bahagia. Setelah semua yang tak terhitung– peluh yang tak juga dianggap, lembaran rupiah yang tak diingat, prinsip yang tak pernah tertanam, larangan… [Read more…]
October 7, 2011
11