Aku ingin coba-coba menghitung berapa banyak katamu tak kudengar. Dulu sekali, hanya sejumlah jari tangan yang pelan-pelan harus ditambah jari kaki, lalu tiba-tiba saat kujenguk hari ini mereka tengah berpeluh berdesakan dalam sebuah gudang berdebu; hingga tak bisa kuhitung satu persatu. Kapan tepatnya gudang itu kudirikan, sungguh aku tak ingat, ibu.
kemarin, setelah hari lain yang melelahkan tapi melengkapi kotak kenangan yang menyenangkan, setelah malam tiba dan aku menemuiNya lalu tangkupkan tangan untuk menyapa, aku tersadar, saat kusebut nama mereka dalam doa ingin kunyatakan sebentuk syukur padaNya, untuk mengasihiku lewat mereka dan menjaga lewat lima pasang mata juga tak terhitung terima kasih pada mereka untuk segalanya,… [Read more…]
kali ini, saya duduk sendirian. tidak bersama teman, apalagi pria (yang bukan teman). apa? pria? saya bilang, pria itu sampah. tapi mereka sampah daur ulang. sesuatu yang disebut sampah pasti pernah berguna, bukan? dan setelah didaur ulang, mereka akan kembali berguna, walaupun mungkin bukan untuk pemakai yang lama. haha, sebuah analogi yang pas menurut saya.… [Read more…]
December 22, 2010
1