Pada suatu petang, kita berbaring di rerumputan kau menunjuk langit saat kawanan burung terbang pulang. Lalu perlahan jemarimu bergerak menyentuh tanganku, dan tiba-tiba sayap mereka mengepak jelas di dalam dada– pada suatu petang yang belum pernah ada.
Di sini sepasang tangan pernah kautautkan dan pada senja sepasang angan pun kulautkan. Ingatkah kau bagaimana kita memandang sepotong wajah jingga berenang, mengunyah cerita yang perlahan satu persatu kita lemparkan seperti memberi makan ikan-ikan? Tapi semua akan tenggelam seperti senja, katamu meniupkan dingin di dada. Lalu kita nyalakan perapian dengan lidah-lidah yang beradu ketakutan— hari… [Read more…]
Sesaat sebelum senja, saat langit masih biru muda. Jalanan tak terlalu ramai. Namun sebuah bangunan berlantai lima tampak cukup menyita perhatian. Satu, dua, lima, semakin banyak orang berkumpul di bawahnya, menyaksikan sesuatu yang menarik dan menegangkan. Seorang gadis berambut sebahu berdiri di tepi atap, bersiap untuk membuang nyawanya. “Neng, turun neng.. Istighfar!” teriak beberapa orang… [Read more…]
July 11, 2011
15